Chapter 10
“Desa Tersembunyi”
Kiky
kembali menghampiri Farhan. “Kaka… kaka bertahanlah” ucapnya sambil menangis.
Romie mencoba bangkit sambil menahan rasa sakitnya dan menghampiri Kiky.
“Bagaimana ini ka? Kakaku terkena racunnya Ricky” ucap Kiky sambil menatap
Romie dengan wajah sedihnya. Romie terdiam kebingungan dengan apa yang harus
dia lakukan. Satu-satunya daun yang bisa menyembuhkan sahabatnya sudah tidak
ada. Selain itu, sekarang bukan hanya Raka tapi Farhan juga terkena racun yang
sama. Romie benar-benar bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Sementara itu
Kiky masih terus menangisi Farhan yang tegeletak tidak berdaya. Dia juga tidak
tahu harus melakukan apa karena yang dia tahu Goddes Leaf tidak tumbuh di tempat lain.
Seluruh
hewan yang berkumpul mulai membubarkan diri. Hanya beruang hitam, yang telah
ditolong oleh Kiky sebelumnya, yang tetap tinggal. Beruang itu seperti ingin
menghibur Kiky tapi tidak tahu bagaimana caranya. “Kaka jangan tinggalkan aku,
kumohon” ucap Kiky dengan rasa putus asa. “Kiky tenanglah” ucap Romie mencoba
menenangkan Kiky. “Aku tidak mau kehilangan kakaku” tangis Kiky. “Hanya Kakaku
lah satu-satunya yang aku punya” lanjutnya. “Memangnya orang tua kalian
kemana?” tanya Romie pelan. “Orang tua kami sudah meninggal ketika kami masih
kecil karena sebuah bencana. Beruntung kapten menemukan kami dan mau merawat
kami. Tapi hanya kakaku lah yang selalu ada untuk melindungiku kalau aku dalam
bahaya dan dia juga yang selalu mencoba menolongku kalau aku membutuhkan
bantuan. Walaupun dia terlihat ketus dan tidak bersahabat, sebenarnya dia
adalah kakak yang sangat perhatian. Aku sangat menyayangi kakaku. Aku tidak mau
kehilangan orang yang aku sayangi lagi” ucap Kiky lagi dengan air mata yang
terus menetes.
Romie
merasa iba mendengar cerita Kiky. Dia teringat kalau dia juga ditinggal oleh
kedua orangtuanya sewaktu berumur 15 tahun dan itu rasanya sangat menyakitkan.
Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Farhan dan Kiky yang
ditinggal oleh orang tuanya disaat mereka masih sangat kecil. Romie berpikir
keras bagaimana caranya menolong Farhan. Kemudian dia teringat Yolland.
“Mungkin Yolland bisa membantu” pikirnya. Dia mengambil handphonenya namun sial
karena tidak ada sinyal disitu. Romie pun kembali menemukan jalan buntu.
Tiba-tiba
beruang hitam, yang dari tadi hanya diam mendadak meraung. Romie dan Kiky kaget
mendengar raungan beruang itu. Namun beruang itu terus menerus meraung. Kiky
mengambil bonekanya dan mendekati beruang tersebut. Ketika Kiky ingin
mengaktifkan bonekanya, dia melihat ternyata boneka beruangnya itu masih aktif.
“Ada apa beruang manis?” tanya Kiky kepada beruang itu sambil mengusap air
matanya. Beruang itu membalikan badannya ke arah gua, lalu dia menengok
kebelakang melihat Kiky dan dia meraung lagi. “Apa yang dilakukan beruang itu?”
tanya Romie. “Sepertinya beruang itu ingin aku mengikutinya. Kaka aku akan
mengikuti beruang itu. Kaka tolong jaga kakaku ya?” pinta Kiky. “Apa kamu yakin
akan mengikuti beruang itu?” tanya Romie khawatir. “Iya. Aku merasa kalau ada
sesuatu yang ingin ditunjukkan oleh beruang itu. Mungkin di dalam gua itu masih
ada Goddes Leaf yang tumbuh dan dia
ingin menunjukannya” jawab Kiky. “Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah” ucap
Romie. Kiky menganggukan kepalanya lalu mengikuti beruang itu masuk ke dalam
Gua.
Ternyata
lorong gua itu sangat dalam. Kiky mengikuti beruang tersebut sampai ke bagian
paling dalam. Kemudian di bagian paling dalam, Kiky melihat ada sebuah pintu.
Beruang itu berjalan menuju pintu tersebut. Setelah itu dia berhenti didepannya
dan lagi-lagi beruang itu meraung-raung seperti sedang memanggil. Kiky
kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh beruang itu. Tiba-tiba pintu itu
terbuka dan seorang pria paruh baya muncul dari pintu tersebut. “Ada apa Toru?”
tanya pria itu. Lalu pria itu kaget ketika melihat keberadaan Kiky. “Kamu
siapa? Kenapa bisa bersama Toru?” tanya pria itu kepada Kiky. “Oh jadi beruang
ini bernama Toru. Nama saya Kiky pak. Toru yang mengajak saya kesini” jawab
Kiky. Pria itu tampak keheranan. “Toru kenapa kamu membawa gadis ini kesini?”
tanya pria itu. Lalu Toru meraung pelan kemudian menjilati wajah Kiky. “Tidak
biasanya Toru seperti ini. Dia tidak pernah membawa orang asing kesini.
Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan kepada Toru?” tanya pria itu lagi kepada
Kiky. “Saya hanya menyembuhkan luka kaki Toru pak. Saya tadi memasuki gua ini
bersama teman saya. Lalu saya mendengar ada raungan dan tiba-tiba saja Toru
muncul dari dalam gua. Setelah itu dia menunjukan kakinya yang berdarah karena
tertusuk oleh kayu yang runcing. Setelah itu saya memperban kaki Toru yang
terluka” jawab Kiky menjelaskan. “Oh begitu. Kamu gadis yang baik” puji pria
itu. Kiky tersenyum mendengar pujian itu.
“Lalu
apa kamu membutuhkan sesuatu?” tanya bapak itu lagi. “Emm… begini pak.
Sebenarnya tujuan saya ke gua ini untuk mencari daun Goddes Leaf” jawab Kiky. “Goddes
Leaf? apa itu?” tanya pria itu. Kiky lupa kalau orang setempat tidak menyebut
tanaman itu dengan Goddes Leaf. “Maksud
saya adalah Tanaman Tuhan pak. Tanaman yang bisa menyembuhkan berbagai jenis
racun” jawab Kiky. “Oh tanaman itu. Bukannya tanaman itu tumbuh dibagian depan
gua ini?” tanya pria itu lagi. “Benar
pak. Pada awalnya saya sudah mengambil tanaman itu di depan gua ini. Tetapi
terjadi sesuatu yang tidak bisa saya ceritakan yang pada intinya saya
kehilangan daun itu. Daun itu tadinya untuk menyembuhkan salah satu teman saya
yang sedang keracunan dan tidak bisa disembuhkan. Karena itulah satu-satunya
harapan kami adalah daun itu. Tapi sekarang saya kehilangan daun itu dan yang
lebih parah lagi kaka saya terkapar di luar gua ini karena racun yang sama”
jawab Kiky. Air mata Kiky sempat menetes lagi ketika menceritakan apa yang
sedang terjadi. “Saya bingung pak harus bagaimana karena satu-satunya obat yang
bisa menyembuhkan luka itu sudah tidak ada. Kemudian Toru mengajak saya kemari”
Kiky menyelesaikan ceritanya, kemudian dia menghapus air matanya. “Oh begitu. Bisa
saya melihat kakakmu” tanya pria itu. “Bisa pak. Kakak saya ada di depan gua
ini” jawab Kiky. “Ayo kita segera kesana. Toru kamu berjaga disini ya” ucap
pria itu. Toru meraung tanda setuju.
Di
luar gua, terlihat kalau malam sudah mulai menjelang. Bulan sudah mulai
menerangi malam itu dengan sinarnya. Romie mulai mengkhawatirkan keadaan Kiky
karena sampai saat itu Kiky belum juga kembali. Dia takut terjadi sesuatu pada
Kiky. Dia ingin menyusul Kiky tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Farhan
begitu saja. Di tengah kebingungannya tiba-tiba dia melihat ada orang keluar
dari gua itu. Perasaan Romie sedikit lega ketika melihat ternyata yang keluar
dari gua itu adalah Kiky. Namun, setelah itu Romie kaget karena Kiky keluar
bersama orang lain yang tidak dikenalnya. Romie langsung berdiri dan langsung
mempersiapkan diri untuk bertarung. “Tidak apa-apa kaka. Dia orang baik” ucap
Kiky. “Siapa dia Kiky?” tanya Romie. “Aku sendiri tidak tahu. Tapi bapak ini
ingin menolong kita. Dia ingin memeriksa keadaan kaka” jawab Kiky. Pria itu
tersenyum ke arah Romie. “Itu kaka saya pak” ucap Kiky sambil menunjuk ke arah
Farhan. Pria itu langsung menghampiri Farhan. Setelah itu dia memeriksa Farhan.
Pria itu sangat terkejut saat melihat keadaan Farhan. “Sebenarnya dia terkena
racun apa?” tanya pria itu. “Racun ini bukan racun yang disebabkan oleh gigitan
atau sengatan hewan. Karena saya sudah sering melihat orang yang terkena
gigitan atau sengatan hewan liar” ucap pria itu lagi. Romie dan Kiky saling
memandang karena bingung harus menjawab apa. “Emm… begini pak. Farhan memang
tidak terkena racun dari hewan tapi racun dari zat kimia. Tapi maaf saya tidak
bisa menjelaskan detailnya” jawab Romie sopan. Kemudian pria itu terlihat
berpikir. “Baiklah kalau begitu. Sebenarnya saya tidak boleh membawa sembarang
orang memasuki desa. Tapi anak ini dalam kondisi berbahaya dan menurut saya
kalian juga bukan orang jahat. Kalau begitu bawa anak ini dan ikuti saya” ucap
pria itu.
Lalu
Romie dan Kiky mengikuti perintah pria itu. Romie langsung menggendong Farhan
sedangkan Kiky mengambil laptop Farhan kemudian mereka mengikuti pria itu masuk
kembali ke dalam gua. “Emm maaf pak. Bapak bilang tadi kita akan ke desa bapak
tapi kenapa kita memasuki gua?” tanya
Kiky penasaran. “Oh nanti kamu juga akan tahu” jawab pria itu. Tiba-tiba pria
itu menghentikan langkahnya. “Ada apa pak?” tanya Romie. “Saya lupa bilang.
Sebelumnya saya ingin kalian berjanji kalau kalian tidak akan menceritakan
kepada siapapun tentang apapun yang akan kalian lihat nanti di desa saya” ucap pria
itu. “Baik, kami berjanji akan merahasiakan apapun yang akan kami lihat di desa
bapak” ucap Romie. “Saya percaya dengan kalian” balas pria itu. Lalu pria itu
kembali berjalan sampai akhirnya dia berhenti di pintu yang dijaga oleh Toru.
“Selamat datang di desa kami” ucap pria itu sambil membuka pintunya dan
mempersilahkan Romie dan Kiky memasuki pintu tersebut.






0 comments:
Post a Comment