About

Friday, 30 October 2015

SPECIAL SQUAD - CHAPTER 10 PART 1

Chapter 10
“Desa Tersembunyi”

Kiky kembali menghampiri Farhan. “Kaka… kaka bertahanlah” ucapnya sambil menangis. Romie mencoba bangkit sambil menahan rasa sakitnya dan menghampiri Kiky. “Bagaimana ini ka? Kakaku terkena racunnya Ricky” ucap Kiky sambil menatap Romie dengan wajah sedihnya. Romie terdiam kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan. Satu-satunya daun yang bisa menyembuhkan sahabatnya sudah tidak ada. Selain itu, sekarang bukan hanya Raka tapi Farhan juga terkena racun yang sama. Romie benar-benar bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Sementara itu Kiky masih terus menangisi Farhan yang tegeletak tidak berdaya. Dia juga tidak tahu harus melakukan apa karena yang dia tahu Goddes Leaf tidak tumbuh di tempat lain.
Seluruh hewan yang berkumpul mulai membubarkan diri. Hanya beruang hitam, yang telah ditolong oleh Kiky sebelumnya, yang tetap tinggal. Beruang itu seperti ingin menghibur Kiky tapi tidak tahu bagaimana caranya. “Kaka jangan tinggalkan aku, kumohon” ucap Kiky dengan rasa putus asa. “Kiky tenanglah” ucap Romie mencoba menenangkan Kiky. “Aku tidak mau kehilangan kakaku” tangis Kiky. “Hanya Kakaku lah satu-satunya yang aku punya” lanjutnya. “Memangnya orang tua kalian kemana?” tanya Romie pelan. “Orang tua kami sudah meninggal ketika kami masih kecil karena sebuah bencana. Beruntung kapten menemukan kami dan mau merawat kami. Tapi hanya kakaku lah yang selalu ada untuk melindungiku kalau aku dalam bahaya dan dia juga yang selalu mencoba menolongku kalau aku membutuhkan bantuan. Walaupun dia terlihat ketus dan tidak bersahabat, sebenarnya dia adalah kakak yang sangat perhatian. Aku sangat menyayangi kakaku. Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi lagi” ucap Kiky lagi dengan air mata yang terus menetes.
Romie merasa iba mendengar cerita Kiky. Dia teringat kalau dia juga ditinggal oleh kedua orangtuanya sewaktu berumur 15 tahun dan itu rasanya sangat menyakitkan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Farhan dan Kiky yang ditinggal oleh orang tuanya disaat mereka masih sangat kecil. Romie berpikir keras bagaimana caranya menolong Farhan. Kemudian dia teringat Yolland. “Mungkin Yolland bisa membantu” pikirnya. Dia mengambil handphonenya namun sial karena tidak ada sinyal disitu. Romie pun kembali menemukan jalan buntu.
Tiba-tiba beruang hitam, yang dari tadi hanya diam mendadak meraung. Romie dan Kiky kaget mendengar raungan beruang itu. Namun beruang itu terus menerus meraung. Kiky mengambil bonekanya dan mendekati beruang tersebut. Ketika Kiky ingin mengaktifkan bonekanya, dia melihat ternyata boneka beruangnya itu masih aktif. “Ada apa beruang manis?” tanya Kiky kepada beruang itu sambil mengusap air matanya. Beruang itu membalikan badannya ke arah gua, lalu dia menengok kebelakang melihat Kiky dan dia meraung lagi. “Apa yang dilakukan beruang itu?” tanya Romie. “Sepertinya beruang itu ingin aku mengikutinya. Kaka aku akan mengikuti beruang itu. Kaka tolong jaga kakaku ya?” pinta Kiky. “Apa kamu yakin akan mengikuti beruang itu?” tanya Romie khawatir. “Iya. Aku merasa kalau ada sesuatu yang ingin ditunjukkan oleh beruang itu. Mungkin di dalam gua itu masih ada Goddes Leaf yang tumbuh dan dia ingin menunjukannya” jawab Kiky. “Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah” ucap Romie. Kiky menganggukan kepalanya lalu mengikuti beruang itu masuk ke dalam Gua.
Ternyata lorong gua itu sangat dalam. Kiky mengikuti beruang tersebut sampai ke bagian paling dalam. Kemudian di bagian paling dalam, Kiky melihat ada sebuah pintu. Beruang itu berjalan menuju pintu tersebut. Setelah itu dia berhenti didepannya dan lagi-lagi beruang itu meraung-raung seperti sedang memanggil. Kiky kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh beruang itu. Tiba-tiba pintu itu terbuka dan seorang pria paruh baya muncul dari pintu tersebut. “Ada apa Toru?” tanya pria itu. Lalu pria itu kaget ketika melihat keberadaan Kiky. “Kamu siapa? Kenapa bisa bersama Toru?” tanya pria itu kepada Kiky. “Oh jadi beruang ini bernama Toru. Nama saya Kiky pak. Toru yang mengajak saya kesini” jawab Kiky. Pria itu tampak keheranan. “Toru kenapa kamu membawa gadis ini kesini?” tanya pria itu. Lalu Toru meraung pelan kemudian menjilati wajah Kiky. “Tidak biasanya Toru seperti ini. Dia tidak pernah membawa orang asing kesini. Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan kepada Toru?” tanya pria itu lagi kepada Kiky. “Saya hanya menyembuhkan luka kaki Toru pak. Saya tadi memasuki gua ini bersama teman saya. Lalu saya mendengar ada raungan dan tiba-tiba saja Toru muncul dari dalam gua. Setelah itu dia menunjukan kakinya yang berdarah karena tertusuk oleh kayu yang runcing. Setelah itu saya memperban kaki Toru yang terluka” jawab Kiky menjelaskan. “Oh begitu. Kamu gadis yang baik” puji pria itu. Kiky tersenyum mendengar pujian itu.
“Lalu apa kamu membutuhkan sesuatu?” tanya bapak itu lagi. “Emm… begini pak. Sebenarnya tujuan saya ke gua ini untuk mencari daun Goddes Leaf” jawab Kiky. “Goddes Leaf? apa itu?” tanya pria itu. Kiky lupa kalau orang setempat tidak menyebut tanaman itu dengan Goddes Leaf. “Maksud saya adalah Tanaman Tuhan pak. Tanaman yang bisa menyembuhkan berbagai jenis racun” jawab Kiky. “Oh tanaman itu. Bukannya tanaman itu tumbuh dibagian depan gua ini?”  tanya pria itu lagi. “Benar pak. Pada awalnya saya sudah mengambil tanaman itu di depan gua ini. Tetapi terjadi sesuatu yang tidak bisa saya ceritakan yang pada intinya saya kehilangan daun itu. Daun itu tadinya untuk menyembuhkan salah satu teman saya yang sedang keracunan dan tidak bisa disembuhkan. Karena itulah satu-satunya harapan kami adalah daun itu. Tapi sekarang saya kehilangan daun itu dan yang lebih parah lagi kaka saya terkapar di luar gua ini karena racun yang sama” jawab Kiky. Air mata Kiky sempat menetes lagi ketika menceritakan apa yang sedang terjadi. “Saya bingung pak harus bagaimana karena satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan luka itu sudah tidak ada. Kemudian Toru mengajak saya kemari” Kiky menyelesaikan ceritanya, kemudian dia menghapus air matanya. “Oh begitu. Bisa saya melihat kakakmu” tanya pria itu. “Bisa pak. Kakak saya ada di depan gua ini” jawab Kiky. “Ayo kita segera kesana. Toru kamu berjaga disini ya” ucap pria itu. Toru meraung tanda setuju.
Di luar gua, terlihat kalau malam sudah mulai menjelang. Bulan sudah mulai menerangi malam itu dengan sinarnya. Romie mulai mengkhawatirkan keadaan Kiky karena sampai saat itu Kiky belum juga kembali. Dia takut terjadi sesuatu pada Kiky. Dia ingin menyusul Kiky tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Farhan begitu saja. Di tengah kebingungannya tiba-tiba dia melihat ada orang keluar dari gua itu. Perasaan Romie sedikit lega ketika melihat ternyata yang keluar dari gua itu adalah Kiky. Namun, setelah itu Romie kaget karena Kiky keluar bersama orang lain yang tidak dikenalnya. Romie langsung berdiri dan langsung mempersiapkan diri untuk bertarung. “Tidak apa-apa kaka. Dia orang baik” ucap Kiky. “Siapa dia Kiky?” tanya Romie. “Aku sendiri tidak tahu. Tapi bapak ini ingin menolong kita. Dia ingin memeriksa keadaan kaka” jawab Kiky. Pria itu tersenyum ke arah Romie. “Itu kaka saya pak” ucap Kiky sambil menunjuk ke arah Farhan. Pria itu langsung menghampiri Farhan. Setelah itu dia memeriksa Farhan. Pria itu sangat terkejut saat melihat keadaan Farhan. “Sebenarnya dia terkena racun apa?” tanya pria itu. “Racun ini bukan racun yang disebabkan oleh gigitan atau sengatan hewan. Karena saya sudah sering melihat orang yang terkena gigitan atau sengatan hewan liar” ucap pria itu lagi. Romie dan Kiky saling memandang karena bingung harus menjawab apa. “Emm… begini pak. Farhan memang tidak terkena racun dari hewan tapi racun dari zat kimia. Tapi maaf saya tidak bisa menjelaskan detailnya” jawab Romie sopan. Kemudian pria itu terlihat berpikir. “Baiklah kalau begitu. Sebenarnya saya tidak boleh membawa sembarang orang memasuki desa. Tapi anak ini dalam kondisi berbahaya dan menurut saya kalian juga bukan orang jahat. Kalau begitu bawa anak ini dan ikuti saya” ucap pria itu.
Lalu Romie dan Kiky mengikuti perintah pria itu. Romie langsung menggendong Farhan sedangkan Kiky mengambil laptop Farhan kemudian mereka mengikuti pria itu masuk kembali ke dalam gua. “Emm maaf pak. Bapak bilang tadi kita akan ke desa bapak tapi kenapa kita memasuki gua?”  tanya Kiky penasaran. “Oh nanti kamu juga akan tahu” jawab pria itu. Tiba-tiba pria itu menghentikan langkahnya. “Ada apa pak?” tanya Romie. “Saya lupa bilang. Sebelumnya saya ingin kalian berjanji kalau kalian tidak akan menceritakan kepada siapapun tentang apapun yang akan kalian lihat nanti di desa saya” ucap pria itu. “Baik, kami berjanji akan merahasiakan apapun yang akan kami lihat di desa bapak” ucap Romie. “Saya percaya dengan kalian” balas pria itu. Lalu pria itu kembali berjalan sampai akhirnya dia berhenti di pintu yang dijaga oleh Toru. “Selamat datang di desa kami” ucap pria itu sambil membuka pintunya dan mempersilahkan Romie dan Kiky memasuki pintu tersebut.

0 comments:

Post a Comment